Laki-laki Februari
Laki-laki Februari - Aa Ifrit - Seutas hampa tergesa menyeduhkan secangkir cerita. Bertamu pada petangnya pria di samping jendela kaca, Yang menengadahkan wajah sembari menghitungi gerimis jatuh, Seharian jiwanya menatap mendung merayapi awan. Curahan sesal memekarkan kuncup-kuncup yang ditanam dalam pot, Rindunya luluh dihanyutkan genangan di teras, Meratapi sepinya bersama udara dingin, Berbisik manja pada kipas angin yang memutar-mutar kenangan, Semesta pasti merangkai kejadian hingga hal terkecil, Hingga suatu ketika ia harus mempertemukan dan memisahkan, Layaknya gelap yang tenang dan setia, menanti satu-persatu bintang-bintang kehilangan cahaya, Sejatinya dia lelaki pemalu, Yang melihat wanita dari lekuk tubuh, Dia menikmati saat-saat membendung sunyi, Serupa Februari yang diam merindukan Oktober, Gresik, 20 februari 2018