Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Laki-laki Februari

Laki-laki Februari - Aa Ifrit - Seutas hampa tergesa menyeduhkan secangkir cerita. Bertamu pada petangnya pria di samping jendela kaca, Yang menengadahkan wajah sembari menghitungi gerimis jatuh, Seharian jiwanya menatap mendung merayapi awan. Curahan sesal memekarkan kuncup-kuncup yang ditanam dalam pot, Rindunya luluh dihanyutkan genangan di teras, Meratapi sepinya bersama udara dingin, Berbisik manja pada kipas angin yang memutar-mutar kenangan, Semesta pasti merangkai kejadian hingga hal terkecil, Hingga suatu ketika ia harus mempertemukan dan memisahkan, Layaknya gelap yang tenang dan setia, menanti satu-persatu bintang-bintang kehilangan cahaya, Sejatinya dia lelaki pemalu, Yang melihat wanita dari lekuk tubuh, Dia menikmati saat-saat membendung sunyi, Serupa Februari yang diam merindukan Oktober, Gresik, 20 februari 2018

Ceria dalam Krisis

Ceria dalam krisis - Aa ifrit - Ceria aku tertawa selamanya. Mari tertawai aku karena bahagia. La la la la la la la la! Layang-layang melayang di musim hujan... Gang sempit di perempatan toko, Pukul 22.00 baru diportal. Kamu jangan lari terbirit-birit, Banyak ceria yang belum tuntas. Monggo dicicipi cemilannya, Diasapi tentu lebih asin. Yang bening sudah tak berdaya, Mana kuncinya? ayo beralih ! Teruskan minumnya kawan! Bui tak akan pernah menjamah, Kita ini orang-orang original, Tak elok berurusan dengan para pengadil. Gresik, 11 februari 2018

Semut Musim Hujan

SEMUT MUSIM HUJAN - Aa Ifrit - Musim kemarau berpamitan pulang, Tentramkanlah keraguan dalam koloni. Nanti juga jiwa saling mengenali diri. Sentuhan saja cukup untuk membahasakan sayang. Berayun-ayunlah di dedaunan kering. Sungguh ilalang menyejukan. Takutlah hujan pesan sang ratu, Air akan menenggelamkan segala harap. Jangan tersesat di halaman tetangga, Jangan nakal pada serangga lewat, berbarislah rapi dalam teduh, Bawa pulang yang manis-manis ke rumah. Semut kecil-kecil bersama menggigit beban. Hindari terinjak oleh langkah-langkah manusia. Tak akan pernah dipunahkan oleh rasa dengki, Karena cinta akan selalu memperbanyak diri. Gresik, 22 februari 2018

Pisangku

Pisangku - Aa ifrit - Buahmu lucu memanjang, Tegak dan mengeras batangmu, Kuat dan kokoh akar serabutmu Tak akan menyerah hingga bertunas. Kalium, kalsium, magnesium, fosfor, besi, Engkau kaya akan mineral. Provitamin A dan vitamin B6, Engkau sungguh amat sempurna. Engkau yang selembut sutra, Sesisir tak akan memuaskanku, ku ingin setandan. Duhai pisangku, Kaulah kenikmatan tiada tara... Gresik, 12 februari 2018

Politik dalam Resah

Politik dalam resah - Aa ifrit - Tak usah susah mendramakan dunia resahmu, Mimpi tak akan berhembus sesuai inginmu, Lancang kau runtuhkan struktur yang menyangga, Hingga deretan pilu sontak membelenggu dalam-dalam, Kau memaksa masuk ke dalam bioskop, Penasaran kau rasakan mereka, Walau cemara tak lagi di puncak gunung, Kau tetap bersemi dalam-dalam, Bergelantungan kau mati tanpa busana, Terjerat secarik hijab biru yang telah usang, Ku tetap mesum dan menjilat telingamu, Habiskan derita dalam-dalam, Sekilas ceritaku tentang ceritamu, Kutulis di hati yang teramat kotor, Walau kata-kata bisa diilhami dengan bahasa, Sekali lagi mereka negatif dan resah dalam-dalam, Gresik, 12 februari 2018

Pocong

POCONG - Aa ifrit - Harum sekujur tubuh disucikan, Bermandi disiram kembang mewangi. Melayang-layang di ruang yang tak tersentuh, Terbanglah derita yang menyengat nafas. Harap-harap cemas menunggu hari, Bersemayam dalam rumah teramat asing. Tempat sesal dan senang saling menghantui, Waktunya pulang melepas lelah. Memejamkan keabadian dambaan mata, berbaring manja raga yang bersih. melayat meneteskan jiwa tak bertuan, Tenang dalam balutan kain putih. Tentram memurnikan segala salah, Jangan sungkan membawa bunga. Jika memang perjumpaan tak kunjung berkunjung, Datang saja bila diundang rindu... Gresik, 21 februari 2018

Pesan Tak Terkirim

Pesan tak terkirim - Aa ifrit - Hujan lagi hujan lagi hujan lagi... Dek, candaannya ini sudah kelewatan. Rasanya ingin sekali menidurimu, Melampiaskan segala pemikiran yang diembat-embat. Sunyi senyap... Mendenguskan hasrat yang kian terpana, Jangan meronta boleh mencakar. Sandiwara memang suka mementaskan lakon-lakon munafik. Sudikah dirimu menawari bakso di seberang? Hati setengah-setengah mengharap, Menikmati kenyal-kenyal pentol gede berurat. Nanti sambalnya yang akan menyamarkan derai-derai tangis luka. Mengharapkanmu... Bagai mencari bilangan awal sekaligus akhir, Akan terasa panjang... dan lama... kini hanya amal yang layak diperbanyak. Yakinlah bila baik, masih terbuka kesempatan berharga, merequest bidadari manis, yang serupa kau di surga kelak... Gresik, 9.feb.2018

Nyanyi-nyanyi lipas

Nyanyi-nyanyi Lipas By : Aa ifrit Alkisah, pada suatu masa di sebuah negeri sentosa... Dihidupkanlah peri yang merayap sunyi. Dalam sepi yang menyepi di bawah rindangnya beringin. Memintal lontar demi sebakul sayur. Duri yang sudah mendarah-daging. Datang senyap mengintai sembari senyum-senyum. Harapkan arti dari perjalanan reinkarnasi. Dan segala kebaikan kan kian mekar mewangi. Hingga tibalah waktu di penghujung nafas. Menuntut balasan dari rasa rindu. Cobalah menyelami ingatan yang terlupa. Pada akhirnya, semua hanyalah nyanyian yang dinyanyikan penyanyi. Penyanyi, nyanyikanlah nyanyian-nyanyian menyenyakkan. Menghitamkan malam hingga tenggelam dalam kelam. Salam hangat teruntuk lipas yang mengitari pematang sawah. Tenteramkanlah hatinya menuju hulu sungai bengawan solo. Gresik, 25 mei 2018

Mengemis

Mengemis - Aa ifrit - Akhirnya kemarin menjadi palsu. Belum genap, akalku buru-buru menyanyikanmu.. Aku kerikil yang mengeramasimu, Memijat pikiranmu dengan segudang kemarau. Aku tidak terlalu tertarik pada lilin. Aku hanya kagum pada gaunmu. Lalu kenapa kamu singgah lebih awal? Menggendong boneka yang entah darimana. Letakkan saja kutangmu di atas meja. Nanti kubilas bersama piring kotor. Sarapan air dulu baru beranjak. Ku takut kau tersesat di bui. Anak memang tak berperasaan, Hiraukan saja tingkah polanya. kendati kau tak bisa sedih, Ayo berciuman dulu sebelum berangkat. Gresik, 10 februari 2018

Lala meringis

LALA MERINGIS By : Aa ifrit Hello....? Rindu kok meracau terus? Sudah seharian loh gumam berkesah. Ckckck... Petang emang lihai menilai. Iya, aku ngerti mayatnya gak utuh. Paras pun tak elok-elok dipandang. Tetap saja ah, sayap Laronnya kilau-kemilau. Hei hati yang merintih. Gak usah enggan meringis. Kalau dia cewek yang menutup tirai. tentu jemarinya bakal disemuti. Aku senang menjadi kata. Yang membusukanmu dalam senyap. Berkali-kali ku penggal ajalmu Tetap utuh si Lala di pekarangan. Gresik, 2 juni 2018

Arasemen koplo untuk Indah

ARASEMEN KOPLO UNTUK INDAH - Aa ifrit - Jika malam menyembunyikan hasrat, Hanya bayaran yang bisa mengungkap. Tapi kadang siang pun turut berlaku, Meski tarif tak seharga peluh. Lagu menelusuri pelosok desa. Panggung suka menjerit-jerit, Hingga serak sisa-sisa nafas. Membahana gendang, melengking seruling, bergairah dawainya. Tak jarang khalayak meludah remeh. Tak ayal pencemburu melabrak. Kala pinggul berirama naik-turun menggoyang-goyang nafsu, Demi halusnya seratus ribu saat mengelus pipi. Ha e, ha e, telerlah bang! Supaya esok ada sekilo beras di rumah. Bukak sitik jos! Sentuhlah hati di dada, Agar si sulung bisa sekolah bisa menebus buku. Yang menanggap ini semoga dibahagiakan. Ini indah di antara ricuh para lelaki. Ini indah di setiap pikiran. ngeres yang tengah berjoget. Sebait mantra dalam nada indah yang menyejukkan rindu di jiwa. Gresik, 02.08.2018

Kepada Ayah dan Ibu di Rumah

Kepada Ayah dan Ibu di Rumah - Aa ifrit - Dengarlah ayahku dengarlah bundaku, Persembahkanlah jiwa raga hanya padaku. Jangan lelah pada letih, Teguhkanlah segala bakti untukku. Bunda mengertilah akan lapar dahagaku. Ayah aku rindu pada mainan yang engkau cipta. Kalian karyaku dari secarik kertas dan paku. Jangan meninggalkan alasan di kala rumah memanggil. Tolong jangan kalian rampas uang jajanku. Jagalah segala pakaian, harta, dan martabatku. Jangan menjualku demi harga sebuah kursi. Rencanakanlah cemerlang masa depanku.. Camkan suaraku wahai ayah-ayah dan bunda-bundaku, Tetaplah berparipurna walau datang dari jauh-jauh. Mengabdilah padaku hingga akhir hayat, Cintailah aku dengan cinta yang termanis... Gresik, 15 februari 2018

Darling

DARLING by : Aa ifrit Rinduku sekarat di tempat tidur. Rebah dalam maya. Ku arungi sepi mengekang waktu. Hanyut dalam hayal. Bersama dingin aku merajuk. Letih dalam luka. Kemana arah mimpiku? Resahku dalam dirimu. Semenjak rumah beranjak. Menghilang pekat dalam sendu. Aku sayang kamu sayang. Temani tidurku dalam desah. bantal guling my darling. Bersemi dalam malam. Hangatku dekapku. Tersetia engkau dalam lelap. Gresik, 4 juni 2018.

Cinta monyet

Burungku Keras, Burungku Bebas! By : Aa Ifrit Malam ini Burung ku tegang mengeras. Tujuh belas kini usia sayapnya. Siap memburu gadis di delapan penjuru. Empat, bahkan lima desa kini ku perawani. Lantas aku terbang... Memetik satu cahaya bintang. Tuk menerangi jurang di hutan lebat. Meremas bukit-bukit penghasil susu. Syahwat kian menggebu. Ku rantai kau agar tak mencaci. Supaya tenang ku menodaimu. Manusia memang senang bercinta. Di bawah beringin kita bersetubuh. Naik-turun menguras peluh. Dengan segala daya dan upaya. Agar tubuh menjadi satu. Aku adalah banteng saat bercinta. Aku yang memimpin permainan. Tapi bilang saja jika engkau ingin ubah haluan. Akupun ingin kau menikmati. Engkau ladangku. Tempat aku membuahi. Telah ku tanam padi dalam rahimmu. Seperti kapas, kita melayang menyentuh puncak. Cengkeram erat pita-pita kita. Gairah muda memang tak sudi dikekang. Kendati latar sering memberi beda Bukan halangan untuk bersetubuh sepuasnya... Merah marah wajahmu... Sama seper...

Burungku keras, burungku bebas

Burungku Keras, Burungku Bebas! By : Aa Ifrit Malam ini Burung ku tegang mengeras. Tujuh belas kini usia sayapnya. Siap memburu gadis di delapan penjuru. Empat, bahkan lima desa kini ku perawani. Lantas aku terbang... Memetik satu cahaya bintang. Tuk menerangi jurang di hutan lebat. Meremas bukit-bukit penghasil susu. Syahwat kian menggebu. Ku rantai kau agar tak mencaci. Supaya tenang ku menodaimu. Manusia memang senang bercinta. Di bawah beringin kita bersetubuh. Naik-turun menguras peluh. Dengan segala daya dan upaya. Agar tubuh menjadi satu. Aku adalah banteng saat bercinta. Aku yang memimpin permainan. Tapi bilang saja jika engkau ingin ubah haluan. Akupun ingin kau menikmati. Engkau ladangku. Tempat aku membuahi. Telah ku tanam padi dalam rahimmu. Seperti kapas, kita melayang menyentuh puncak. Cengkeram erat pita-pita kita. Gairah muda memang tak sudi dikekang. Kendati latar sering memberi beda Bukan halangan untuk bersetubuh sepuasnya... Merah marah wajahmu... Sama seper...

Setan yang maha cinta

Setan yang maha Cinta By : Aa ifrit Setan, aku mencintaimu Dengan berjuta-juta indah semu Yang setia kau bisikan pada mata Bersama elok paras dalam cadar Selalu ku kagumi molek senyummu Juga lekuk pinggul yang hangatkan hasrat Setan yang menjual gelisah Senikmat bakso urat di siang sehari menjelang syawal Setan teduhkan jiwaku Dengan sentuhmu yang tak boleh ku sentuh Lena aku dalam sepinya belantara Membawa raga dalam hayal semata Setan nyanyikanlah segala pujian Kan ku abaikan semua yang berkumandang dalam petang Setan kini kau berkacamata Menentramkan benci yang menjiwai diri Setan kau sungguh teramat cantik Diiringi rindu kubopong kau menuju kamar Ada ketulusan yang tersirat dalam kata Percayalah semua akan baik-baik saja Gresik, 24 mei 2018

Mendamba mentari

MENDAMBA MENTARI - Aa ifrit - Kamu sebening malam di lorong itu, Kayak pematang yang mengundang bertilas. mengkhayalkanmu, kok malah menjelma resah? Gamblang bertutur, kamu tuh hatiku... Hhhh... Ku hela mimpi keluar jendela, Menuju rindu yang kian sendu. Aku keluh, mengunyah-ngunyah harap. Duhai dirimu yang ku lirik dalam gugup, Ku nangis-nangis edan ! Gulung-gulung menyisir abu, Mikirin kamu yang manisnya setengah mati. Engkaulah Tamara Bleszynski ku, Aura Kasih ku... Mentari yang ku damba-damba mustahil, maukah kamu ku nobatkan sebagai ayang bebebku? Baca aku, pacaranlah denganku... Gresik, 31.07.2018