Cinta monyet

Burungku Keras, Burungku Bebas! By : Aa Ifrit Malam ini Burung ku tegang mengeras. Tujuh belas kini usia sayapnya. Siap memburu gadis di delapan penjuru. Empat, bahkan lima desa kini ku perawani. Lantas aku terbang... Memetik satu cahaya bintang. Tuk menerangi jurang di hutan lebat. Meremas bukit-bukit penghasil susu. Syahwat kian menggebu. Ku rantai kau agar tak mencaci. Supaya tenang ku menodaimu. Manusia memang senang bercinta. Di bawah beringin kita bersetubuh. Naik-turun menguras peluh. Dengan segala daya dan upaya. Agar tubuh menjadi satu. Aku adalah banteng saat bercinta. Aku yang memimpin permainan. Tapi bilang saja jika engkau ingin ubah haluan. Akupun ingin kau menikmati. Engkau ladangku. Tempat aku membuahi. Telah ku tanam padi dalam rahimmu. Seperti kapas, kita melayang menyentuh puncak. Cengkeram erat pita-pita kita. Gairah muda memang tak sudi dikekang. Kendati latar sering memberi beda Bukan halangan untuk bersetubuh sepuasnya... Merah marah wajahmu... Sama seperti darah yang baru ku koyak. Kesucianmu sungguh terasa. Seputih awan yang menaungi khatulistiwa. Oh... Ah.... Nikmat ini tiada banding... Ah... enak... kita bebas selama-lamanya... Gresik, 26 mei 2018.

Komentar