Mengemis
Mengemis
- Aa ifrit -
Akhirnya kemarin menjadi palsu.
Belum genap, akalku buru-buru menyanyikanmu..
Aku kerikil yang mengeramasimu,
Memijat pikiranmu dengan segudang kemarau.
Aku tidak terlalu tertarik pada lilin.
Aku hanya kagum pada gaunmu.
Lalu kenapa kamu singgah lebih awal?
Menggendong boneka yang entah darimana.
Letakkan saja kutangmu di atas meja.
Nanti kubilas bersama piring kotor.
Sarapan air dulu baru beranjak.
Ku takut kau tersesat di bui.
Anak memang tak berperasaan,
Hiraukan saja tingkah polanya.
kendati kau tak bisa sedih,
Ayo berciuman dulu sebelum berangkat.
Gresik, 10 februari 2018
Komentar
Posting Komentar